Kamis, 24 November 2011

permintaan dan penawaran

Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.

[sunting] Pengertian penawaran

Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:
  • Harga barang itu sendiri.
  • Harga sumber produksi.
  • Tingkat produksi.
  • Ekspektasi/perkiraan.

[sunting] Pengertian permintaan

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :
  • Harga barang itu sendiri.
  • Harga barang lain yang berkaitan.
  • Tingkat pendapatan.
  • Selera konsumen.
  • Ekspektasi/perkiraan.

[sunting] Pranala luar


Ruang nama
Varian
Tindakan

Selasa, 22 November 2011

permintaan dan penawaran

PERMINTAAN BERAS MENINGKAT ; Magelang Kembangkan Padi Organik
22/11/2011 08:53:36 MUNGKID (KR) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang melalui Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP), mulai mengembangkan produk padi organik. Bahkan, kini telah memiliki lahan seluas kurang lebih 600 hektare tersebar di lima dari 21 kecamatan di Kabupaten Magelang. “Untuk sementara ini, kami baru memiliki sekitar 600 hektare. Ke depan, kami tetap akan berusaha meningkatkannya. Apalagi, permintaan produk organik terutama beras, terus meningkat,” kata Ir Agusliem di kantornya, Senin (21/11).
Sedang lima dari 21 kecamatan yang telah mengembangkan padi organik itu, meliputi Kecamatan Sawangan, Bandongan, Kajoran, Salaman dan Ngluwar. “Ke depan, kami akan mengembangkan ke kecamatan lain. Minimal, akan memaksimalkan lahan di lima kecamatan itu. Pada prinsipnya, kami optimis akan berkembang, karena sekarang ini saja sudah banyak petani yang berminat menggarap lahannya menuju organik,” terangnya.
Di Desa Tanjung Anom Kecamatan Salaman sendiri, pengolahan lahan menuju organik baru disosialisasikan tahun 2010 lalu melalui program Unit Pengelola Farmer Managed Extension Activities (UP- FMA). Namun demikian, dari 5 hektare lahan yang menjadi percontohan, hasilnya cukup bagus dengan rata-rata mencapai 8 ton setiap kali panen dari sekitar 7 ton sebelumnya. Tak ayal, kini banyak petani di wilayah itu yang berminat meniru.
“Saat ini ada beberapa petani di Dusun Tanjung Anom, Banjarharjo, Kebunrejo dan Ngampel Dento, yang berniat mencoba. Ke depan, mungkin tidak hanya 5 hektare lagi, kami berharap bisa mencapai 100 dari 3.500 hektare lahan pertanian di wilayah ini,” kata Slamet Suriri, Kepala Desa Tanjung Anom.       (Bag)-c

Kamis, 03 November 2011

Alfred MArshall

Alfred Marshall lahir di Bermondsey, London, Inggris. Tanggal 26 Juli 1842. Ia adalah ahli ekonomi Inggris yang paling berpengaruh.